MAJAPAHIT.

Gajah Mada
Untuk mewujudkan keinginanku
atas Majapahit yang besar, aku bersumpah akan menjauhi hamukti wiwaha sebelum
cita-citaku dan cita-cita kita bersama itu terwujud. Aku tidak akan
bersenang-senang dahulu. Aku akan tetap berprihatin dalam puasa tanpa ujung semata-mata
demi kebesaran Majapahit. Aku bersumpah untuk tidak beristirahat. Lamun huwus
kalah Nusantara ingsun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seram,
Tanjungpura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang,
Tumasek, sama ingsun amukti palapa.
Foto: Gajah Mada
Untuk mewujudkan keinginanku
atas Majapahit yang besar, aku bersumpah akan menjauhi hamukti wiwaha sebelum
cita-citaku dan cita-cita kita bersama itu terwujud. Aku tidak akan
bersenang-senang dahulu. Aku akan tetap berprihatin dalam puasa tanpa ujung semata-mata
demi kebesaran Majapahit. Aku bersumpah untuk tidak beristirahat. Lamun huwus
kalah Nusantara ingsun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seram,
Tanjungpura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang,
Tumasek, sama ingsun amukti palapa.
  • Bunda Lia Selamat pagi mas Raden Panji….
  • Bunda Lia Kalau sudah tau begitu kenapa sumpah Gajah Mada mbok persoalkan disini mas Tubagus….mau pakai jaman gajah mada atau bukan hak mereka tapi yg buat cermin bagi kita adalah perjuangannya bukan apa2nya….
  • Bunda Lia Mau baca apa mas Rahman??? Orang kotbah…..
  • Raden Panji · Friends with Wisang Geni and 195 others

    Demi Allah itu Pengakuan Diri Seseorang/Diri Kita kpd yang Maha Kuasa/yang Hak, Allah/Tuhan Itu Maha Segala2nya, sy mhon maaf Kita dsn Bicara Masalah Ke-Tuhanan itu sdh pasti Mentok dan Tidak Ada Lg, Dialah Yang Maha Segala2nya, kt selaku manusia msh Butuh Makan, Minum, msh bs sakit, msh perlu Puasa, msh perlu Shlat, msh perlu Dzikir dsbnya3x Itulah Manusia, Kita Bcara msalah Allah/Tuhan itu keyakinan dr seseorang, jg menganggap dr kt yang paling benar segala2nya, Slm Hormat Rd. Panji Ketawang dr Padepokan Nur Alam Terapi Pengobatan Medis & Non Medis Melalui Inti Dzikir Qalammullah, Bekam Acupuntur, Totok Syarap & Herbal (Untuk Membuka Rasa, AQ, Qolbu, Mata Hati (Mata Batin) & Mengenal Dirinya (Ilmu Laduni) – Syare`at, Tarekot, Hakekat & Marifat`tullah (Ilmu Sejati/Jati Diri/Ing Manunggaling Kaula Gusti).
  • Bunda Lia Den raden nyapo kotbah barang apa hubunganya…dengan permasalahan ini ra pas blas….
  • Bunda Lia Saya akan hadir babak kedua dengan Prof.DamarJati….tenang wae mas Rahman tak kupas tuntase sampai orang dapat paham OK.
  • Bunda Lia Ha ha ha kang Rahman ilir2 dan mentok2 adalah filsafat yang tinggi kang….he he he …akan aku kupas setelah permasalahan didinding ini selesai aku akan buatkan khusus untuk kendalisodo tenang saja…..
  • Bunda Lia Itu ada arti dan makna dik Margo…bukan lagunya….tapi makna dan arti yg terkandung didalamnya…
  • Bunda Lia Ya kang Rahman …hemmmmm
  • Bunda Lia Dik Margo…tak jewer tenan loh bocah kok bandel amat to yo….
  • Bunda Lia Ha ha ha ha sik ada yang pesan Catering tak tolaknya dulu…modale wis entek….25 menit Ok.
  • Bunda Lia Hebat dong ya…jadi bangga nih yang jadi Wong Jowo dan Berjiwa Budaya…USA…Suriname…luar biasa….makasih mas Toto….
  • Raden Panji · Friends with Wisang Geni and 195 others

    Itu sejarah/ceritra Kang, bgmana kt selaku penerusnya mengisi Nusantara ini, Oke
  • Bunda Lia Ilir-Ilir
    Tak banyak yang menyadari bahwa sesungguhnya tembang ini bukan sekedar tembang dolanan biasa. Ada makna mendalam terkandung dalam tembang sederhana ini. Sekalipun demikian tidak ada yang tahu pasti siapa yang menciptakan tembang ini. Karena tembang ini sudah ada sejak ratusan tahun lalu.
    Ada yang berpendapat penciptanya adalah salah seorang dari Wali Sanga atau Sembilan Wali yang terkenal sebagai para penyebar Islam di tanah Jawa. Dari kesembilan waliyullah itu ada dua orang yang disebut-sebut sebagai penciptanya yaitu Sunan Ampel dan Sunan Kalijaga.
    Pendapat itu bisa dimengerti, dilihat dari kedekatan Sunan Kalijaga dengan budaya Jawa dan fakta bahwa beliaulah pencipta beberapa kesenian Jawa yang digunakan sebagai alat syiar agama Islam, maka bisa dianggap bahwa Sunan Kalijagalah yang merupakan pencipta tembang ini.
    Berikut ini adalah penjabaran dari makna yang terkandung dari tembang Ilir-ilir itu, baik berupa makna harfiah atau terjemahan langsungnya dalam Bahasa Indonesia , maupun makna sesungguhnya yang tersirat di dalamnya.
  • Bunda Lia Lir-ilir, lir-ilir tandure wus sumilir
    Tak ijo royo-royo tak senggo temanten anyar
    Cah angon-cah angon penekno blimbing kuwi
    Lunyu-lunyu penekno kanggo mbasuh dodotiro
    Dodotiro-dodotiro kumitir bedhah ing pinggir
    Dondomono jrumatono kanggo sebo mengko sore
    Mumpung padhang rembulane mumpung jembar kalangane
    Yo surako… surak hiyo
    Ilir-ilir, Ilir-ilir, tandure (hu)wus sumilir
    Bhs Ind. Bangunlah, bangunlah, tanamannya telah bersemi
    Makna Artinya Kanjeng Sunan mengingatkan agar orang-orang Islam segera bangun dan bergerak. Karena saatnya telah tiba. Karena bagaikan tanaman yang telah siap dipanen, demikian pula rakyat di Jawa saat itu (setelah kejatuhan Majapahit) telah siap menerima petunjuk dan ajaran Islam dari para wali.

    Tak ijo royo-royo, tak sengguh temanten anyar
    Bhs Ind. Bagaikan warna hijau yang menyejukkan, bagaikan sepasang pengantin baru
    Makna artinya’ Hijau adalah warna kejayaan Islam, dan agama Islam disini digambarkan seperti pengantin baru yang menarik hati siapapun yang melihatnya dan membawa kebahagiaan bagi orang-orang sekitarnya.

    Cah angon, cah angon, penek(e)na blimbing kuwi
    Bhs Ind Anak gembala, anak gembala, tolong panjatkan pohon belimbing itu.
    Makna artinya Yang disebut anak gembala disini adalah para pemimpin. Dan belimbing adalah buah bersegi lima, yang merupakan simbol dari lima rukun islam dan sholat lima waktu. Jadi para pemimpin diperintahkan oleh Sunan Kalijaga untuk memberi contoh kepada rakyatnya dengan menjalankan ajaran Islam secara benar. Yaitu dengan menjalankan lima rukun Islam dan sholat lima waktu.

    Lunyu-lunyu penek(e)na kanggo mbasuh dodot (s)ira
    Bhs Ind Biarpun licin, tetaplah memanjatnya, untuk mencuci kain dodot mu.
    Makna Artinya Dodot adalah sejenis kain kebesaran orang Jawa yang hanya digunakan pada upacara-upacara atau saat-saat penting. Dan buah belimbing pada jaman dahulu, karena kandungan asamnya sering digunakan sebagai pencuci kain, terutama untuk merawat kain batik supaya tetap awet.

    Dengan kalimat ini Sunan Kalijaga memerintahkan orang Islam untuk tetap berusaha menjalankan lima rukun Islam dan sholat lima waktu walaupun banyak rintangannya (licin jalannya). Semuanya itu diperlukan untuk menjaga kehidupan beragama mereka. Karena menurut orang Jawa, agama itu seperti pakaian bagi jiwanya. Walaupun bukan sembarang pakaian biasa.

    Dodot (s)ira, dodot (s)ira kumitir bedah ing pingggir
    Bhs Ind. Kain dodotmu, kain dodotmu, telah rusak dan robek
    Saat itu kemerosotan moral telah menyebabkan banyak orang meninggalkan ajaran agama mereka sehingga kehidupan beragama mereka digambarkan seperti pakaian yang telah rusak dan robek.

    Dondomana, jlumatana, kanggo seba mengko sore
    Bhs Ind. Jahitlah, tisiklah untuk menghadap (Gustimu) nanti sore
    Makna artinya Seba artinya menghadap orang yang berkuasa (raja/gusti), oleh karena itu disebut ‘paseban’ yaitu tempat menghadap raja. Di sini Sunan Kalijaga memerintahkan agar orang Jawa memperbaiki kehidupan beragamanya yang telah rusak tadi dengan cara menjalankan ajaran agama Islam secara benar, untuk bekal menghadap Allah SWT di hari nanti.

    Mumpung gedhe rembulane, mumpun jembar kalangane
    Bhs Ind. Selagi rembulan masih purnama, selagi tempat masih luas dan lapang
    Makna Artinya Selagi masih banyak waktu, selagi masih lapang kesempatan, perbaikilah kehidupan beragamamu.

    Ya suraka, surak hiya
    Bhs Ind.Ya, bersoraklah, berteriak-lah IYA
    Makna artinya Disaatnya nanti datang panggilan dari Yang Maha Kuasa nanti, sepatutnya bagi mereka yang telah menjaga kehidupan beragama-nya dengan baik untuk menjawabnya dengan gembira.

    Demikianlah petuah dari Sunan Kalijaga lima abad yang lalu, yang sampai saat ini pun masih tetap terasa relevansinya. Semoga petuah dari salah seorang waliyullah kenamaan ini membuat kita semakin bersemangat dalam menjalankan ibadah kita di bulan yang penuh rahmat ini. Amin, amin, amin.

    Terjemahan bahasa Indonesia dari syair diatas kira-kira pada umumnya yg diketaui adalah demikian:
    Ayo bangun (dari tidur), tanam-tanaman sudah mulai bersemi,
    demikian menghijau terlihat bagaikan pengantin baru
    Wahai gembala, ambillah buah blimbing itu,
    walaupun licin tetap panjatlah untuk mencuci pakaian
    Pakaian-pakaian yang telah koyak sisihkanlah
    Jahit dan benahilah untuk menghadap nanti sore
    Mumpung sedang terang bulan, mumpung sedang banyak waktu luang
    Mari bersorak-sorak ayo…..

    Heeeeemmmmmmm……
    Hijau adalah warna perlambang agama Islam yang saat itu kemunculannya bagaikan pengantin baru dan sangat menarik hati. Hijau juga berarti pertumbuhan dan kemudaan.
    Syair di atas tidak menuliskan: “Wahai Raja”, “Ulama, Ulama”, “Pak Jendral, Pak Jendral”, “Intelektual, Intelektual” atau apapun lainnya, melainkan “Bocah Angon, Bocah Angon…”. Ini menunjukkan bahwa syair ini ditujukan juga bagi wong cilik, orang kebanyakan. Karena sesungguhnya orang kebanyakan pun mempunyai tanggung jawab atau amanah sendiri-sendiri. Kullukum roin wa kullukum mas’ulum ‘an roiyatih. Ro’in sendiri dalam bahasa arab biasa diartikan sebagai gembala. Masa kecil Rasullah juga seorang gembala. Orang kecil yang mempunyai amanah yang membutuhkan ketekunan dan kesabaran.
    Harus dipanjat dengan hati-hati untuk memperoleh buahnya, bukan ditebang, dirobohkan dan diperebutkan. Ini menjaga kelangsungan dari berkah sang pohon blimbing agar tetap bisa memberikan buahnya di masa yang akan datang.
    Air perasan blimbing jaman dahulu biasa digunakan ibu-ibu untuk mencuci pakaian yang kotornya berlebihan. Karena mengandung sifat asam kuat maka baju yang dicuci dengan air blimbing dapat menjadi bersih kembali seperti baru.
    Dodot adalah jenis pakaian tradisional Jawa yang sering dipakai pembesar jaman dulu. Bagi masyarakat Jawa, agama adalah ibarat pakaian, maka dodot dipakai sebagai lambang agama atau kepercayaan. Pakaian juga berarti perhiasan. Dan sebaik-baik perhiasan jiwa adalah perhiasan takwa. (fa ta zawwaduu fa inna khoiro zaadi taqwa). Pakaian adalah akhlak, pegangan nilai, landasan moral dan sistem nilai. Pakaian adalah rasa malu, harga diri, kepribadian, tanggung jawab.
    Pakaianmu, (yaitu) agamamu atau akhlakmu sudah rusak maka jahitlah (perbaiki). Rusak di pinggir-pinggir artinya bukan rusak total tetapi kurang sempurna. Jadi syair ini menuntun kita untuk menyempurnakan agama dengan keimanan dan ketakwaan yang sempurna pula. Udkhuluu fi silmi kaaffah. Jika engkau melanggar atau mengkhianati amanat, tugas dan fungsimu, maka sesungguhnya engkau sedang menelanjangi dirimu sendiri. Menghinakan diri sendiri.

    Pakaian yang robek-robek ini perlu diperbaiki sebagai bekal menghadap Robbmu yang Maha sempurna. Maka dondomono, jlumatono, jahitlah robekan-robekan itu, utuhkan kembali, tegakkan harkat yang selama compang-camping oleh maksiat yang masih dilakukan. Selagi ada cahaya terang yang menuntunmu, selagi masih hidup dan masih ada kesempatan bertobat. Bersemangat dan optimislah. Selagi hidayah Allah masih bisa diraih. Bergembiralah, semoga kalian mendapat anugerah dari Alloh.
  • Bunda Lia Dik Margo…lanjutke yo…banyak tamu aku….Dik lihat tuh dik banyak yang ngintip tidak berani masuk kesini….pasang wajah cerah dik…mereka takut dengan mbak mu yg masih garang….
  • Bunda Lia Ok…beres dik Margo….
  • Ki Nagawiru Huhahahahah Aki nongol Ada yang pasang Iklan,Aki mau tuh di Pasang susuk pake Golok hihihihi,Entong…Ujang…apa nyebute yah…Mas kali? Masalah Agama tidak bisa dipisah kan satu sama lain tetap hidup menuju Islam/bukan Agama.harus bisa menyatukan yg tiga perkara 1.Atas tengah bawah(Alam) 2.Yang Maha Kuasa,yang kuasa yang menjalani(kita) 3.berdiri ruku Sujud 4.Allah Rasul umat,5.Ibu bapak Anak 6.Keluarga warga Umum 7.tekad ucap prilaku 8.Iman Islam Ihsan 9.Sareat Hakekat Ma’ripat dan 10.Ati’ullaha Atiul Rasul waulil amri minkum kita harus bisa menjalani yang 3 perkara ini menjadi satu kesatuan.conto:Ada Allah ada Rasul ngga ada Umat??? Ada IBU ada anak tak berbapa anak haram,baik sama keluarga,baik sama umum ngga baik sama warga mati ngga ada yang ngubur,Teked bener Ucap benar prilaku ngga benar Penjara,menyatukan yang 3 jadi Persatuan adalah jalan munggah haji menuju Islam maap Agama ibarat partai berkiblat ke satu Imam Hambali,Maliki,Syafi’I Buhori malam Imam baru Samudra pembunuh.contoh lagi Orang Arab masuk agama islam hanya mengenal Budaya atau Tradisi Arab sendiri,orang jawa masuk Islam kaya dengan Budaya selain mengenal Kurma juga Kulang kaling,Allah bukan Orang Arab tetapi Robul alamin(penguasa Alam semesta,kita hidup menjalani yang ke 11.yaitu Sareat Hakekat dan Ma’ripatullau,conto lagi Apa ada orang jawa yang belum mengenal budaya Arab jual Isim dan Ajimah,maka di sini Aki orang yang ber’agama Islam tetap Pegang budaya leluhur,karena Aki Asli JOWO BOROT hihihihiwekwekwek.
  • Kanjeng Mami DePe nderek ngudi kawruh bunda..
  • Bunda Lia Ha ha ha ha Ki…. Aki ada apa nih Ki…he he he.
  • Bunda Lia He he he asik dong kaya terus ndak miskin kayak aku ini dik….kalau golek kencana…tapi sayangnya aku lebih suka jadi petani padi Dik…ndak mau gitu2an …ngluruk tanpo bolo menang tanpo ngasorake…..pakai rasa lebih Ok.
  • Ki Nagawiru Heuheuheu Neng Aki lagi di perjalanan nyetir sendiri mau ke Plabuan Ratu malam kemisan,ini juga di warung sate mampir laper, kalur Neng mau sama dulur2 jilat lidah aja, aki inget Neng nasi tambah sate nya juga tambah,Aki jadi gila kalau ada yang nyinggung2 Budaya
    Adat sama Tradisi,kata Aki juga jaman sekarang Burung garuda mata berlian patuk Mas sayap Perak kakinya nginjek sajadah yang di patukin kotoran manusia,dalil hadis di bikin modal Agama jadi kedok,keharaman di jalankan kikikiki,Ihdinas sirotol mustakim tiap waktu,tapi jalan hidupnya nga ihdinas sama aja ngebohongin Allah heheheh, aki jalan dulu nanti di sambung…jaman…jaman…Eddan…kikkikik.ya allah Ampunilah mereka…Aki lagi Edan heheheh.
  • Ki Nagawiru Ikut jebur ke laut,karena puyeng lakum dinukum waliyadin heheheh Aki tea pikiraneun.
  • Bunda Lia Ki…Aki….udah sampai belum???
  • Ki Nagawiru Sudah ternyata Anggota komplit di bawa Pa Ganda siap Tempur heheheh.
  • Ki Nagawiru Baru nyampe Neng ternyata semua Anggota udah ada di Plabuan Ratu di bawa Pa Gahda, siap tempur heheheh.
  • Bunda Lia Syukurlah Ki…salam kangen untuk semua ya Ki…..saya akan segera hadir di Pelabuhan Ratu Ki….
  • Bunda Lia We lah kok nyusul mriki to pak de Wahyu…..
  • Bunda Lia Aki kenapa senyum dan tertawa-tawa Ki…apa yg di tertawakan…gurauan Aki sampai disini loh Ki…sampai Gempa halus he he he
  • Bunda Lia Matur Nuwun pak de Wahyu….
  • Bunda Lia Ha ha ha Nular mboten dados menopo kang mas Wahyu….
  • Agus Langit bunda dan mas rahman kendalisodo memang bijaksana………………………………………….
  • Bunda Lia Ada apa mas Agus langit….kok tiba2…ada apa???
  • Ki Nagawiru Neng Aki memang lagi becanda di pinggir Pantai sama seorang tamu dari surakarta namanya Sandi Kala orang nya lucu,jadi Aki senyum terus heheheh.
  • Bunda Lia Tuh kan bener…he he he ya udah Ki mangga di lanjut Ki…
  • Agus Langit dak ada papa………………………………………….. saya hanya menyimak aja cara bunda menjawap pertanyaan yang nyelekit-2…………………………………………….
  • Bunda Lia Yang mana Ki…yg dibuat sampul buku sama aki apa yang mana???
  • Ki Nagawiru Itu yang kita lagi berdua berdiri dilaut menghadap Ibu ratu,Aki teringat kembali malam ini saat malam ini Aki ada di karang Mayat,ombak selatan mendadak sangat besar Neng,sampai Aki barusan Nembang Kidung Pamuka Alam.
  • Bunda Lia Ya to Ki…jadi pingin balik ke Pelabuhan Ki…..
  • Bunda Lia Ya Ki yang penting hati2 ya Ki….pak Ganda CS masih pada nemani tidak????
  • Ki Nagawiru Engga tau lah Mas,hanya bunda yang merasakan,biasanya Aki ceria ko malam ini Aki ngeliat Laut begitu indah sampai Aki berdiri diatas di pantai padahal Ombak begitu besar,maka tadi poto saat Aki berdua di laut,Aki keluarin.
  • Ki Nagawiru Pa Ganda ada di warung Kopi,Aneh Neng suara ombak malam ini suaranya kaya halilintar,udah liat fotonya?
  • Ki Nagawiru Penyakit apa Mas???
  • Ki Nagawiru Salah tuh tebakan,Aki kan tau tahan Bantingan.
  • Ki Nagawiru Kalau Bunda teringat gambar ini mungkin Bunda lagi nangis Mas.
  • Bunda Lia He he he silahkan saja mas Rahman…monggo. ada tambahan mas`Rahman…Sluku2 batok he he he….
  • Gus Nuril Arifin Tiga semoga klakon sing dadi panjjongkomu nduk.
  • Bunda Lia Dawah sami Gus…jangan lupa kalau ke UGM pinarak dateng griyo njih Gus …mosok nyambangi adine ra gelem.
  • Gusti Ngurah NobiSuta Lukisan siapakah beliau diatas, bunda?
  • Ariyo Hadiwijoyo slamat pagi nan damai rahaya…smoga palapa ttp mengudara dlm sumpah nan suci…rahayu.
  • Abdul Lathif .
    @Mbakyu

    اللهم بالغ مقاصدنا ………………………
    Ya Allah, Ya Tuhan Kami,……. Kabulkan semua harapan dan cita-cita Saudaraku ini……
  • Lentera Hati selamat pagi Bunda…semangat juangmu menjadi inspirasi…salam perjuangan dr kota Manado!
  • Ayu Dewi Lestari Maju terus mama,,uluran dan perjuangan mama sangat di butuhkan sesama,,,,
  • Sila Sadewa Peknan , maju…… serbu….. serang…. terjang……selama nafas masih mengalun , selama jantungmu msh berdetak, selama darahmu masih mengalir…. jgn putus dipersimpangan jln tetap gerilya bs !
  • Ninik Ismiyati Sumpah seperti itu di jaman sekarang masih berlaku dan sakti,ga ya…????
Iklan

Posted on Juni 11, 2013, in Tulisan Bunda Lia. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: