BERTANYALAH PADA DIRI SENDIRI…

BERTANYALAH PADA DIRI SENDIRI

MOHON MENJADI ISTERI YANG DICINTAI SUAMI

Bersainglah pada diri kita sendiri, HANYA  dengan diri kita sendiri,bukan dengan orang lain. Berusahalah mengalahkan diri sendiri dengan membuat target2 kemudian berusaha mengalahkan target tersebut…. Serahkan semua ketentuan pada ALLAH SWT.

“Barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin, dia celaka. Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin, dia merugi. Dan barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka ia lah yang beruntung”.

Bersaing yang baik adalah bersaing dengan diri sendiri … untu apa dan apa faedah gunanya menjatuhkan orang lain atau menganggap orang lain sebagai pesaing kita. Saudara=saudariku yg terkasih, bersaing hanya dalam berbuat kebaikan (fastabiqul khoirot)

Setiap orang pada hakekatnya menjalankan takdirnya masing-masing. Takdir kita tidak akan tertukar dengan takdir orang lain.  Jadi mengapa kita harus dengki terhadap keberhasilan orang lain dan sombong dengan keberhasilan kita padahal semua itu terjadi semata-mata karena takdir Allah bukan? Apakah kita beranggapan keberhasilan kita itu karena kecerdasan kita? Apakah karena kepintaran,kecerdasan kita yg tinggi?

Atau karena posisi kita kedudukan kita mulia dilingkungan kita ??? Saudara-saudariku seharusnya kita sadar dan paham, semua itu tidak akan tercapai jika tanpa ada pertolonga, ijin dan kehendak Allah … jadi sesungguhnya keberhasilan kita juga adalah karena pertolongan Allah… campur tangan Allah… karena apapun dan bagaimanapun semua adalah kehendak Allah. Berpikir lebih baik dari orang lain akan menyebabkan kita jatuh kepada kesombongan…. Sedang apa bila kita berpikir lebih buruk dari orang lain akan menyebabkan rasa minder dan rendah diri….. Kita hanya perlu berada di titik nol,tanpa bangga ataupun malu.  Bagi kita semua yang penting bukan di hadapan manusia,tapi bagaimana dan sejauh mana usaha kita mendekatkan diri kita kepada Allah… karena itu tidak perlu melihat kepada kiri kanan kita,cukup melihat ke dalam diri kita sendiri saja,sudah lebih baikkah segala perbuatan dan sikap kita sendiri hari kemarin hingga hari ini? Ada beberapa penyakit yg berbahaya… antara lain adalah….. sering merasa paling benar sendiri? …. sering merasa lebih baik dari yg lain? …. senang menyakiti perasaan orang lain?…. suka mencela orang lain?…. suka tertawa atas celaan rekan anda pada yg lainnya?….. tertawa atas kesulitan atau kekurangan orang lain?…. biasa makan enak sampai kehilangan selera makan?… suka marah2 mencari kesalahan orang lain? apakah benci kepada seseorang ? apakah sulit menangis, terutama saat sendiri dan dalam sholat? apakah hati kita  tidak bergetar atau merinding saat mendengar nama Allah atau ayat Allah?…. sholat dengan terburu2 dan tidak hormat atau tidak penuh mau berharap? Atau mungkin suka lebih banyak mengingat hal lain selain Allah dalam hidup yg diberikan Allah ini? Atau mungkin kita belum bisa menerima seluruh ayat dalam alquran? Lalu tak punya rasa takut lagi saat bermaksiat? Merenunglah saudara saudariku yg kukasihi… Bila masih “ YA “,berarti kita harus lebih banyak zikir dan istigfar untuk membersihkan hati kita….

0uzUm4ejWvDWA43

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (Ingat hal ini diulang dalam surat arrahman sebanyak 31 kali)

Betapa sedikitnya kita ini menginfakkan rejeki yg kita dapat di jalan Allah,betapa jarang kita menggunakan mata ini untuk membaca ayat2 alquran atau membaca buku2 ilmu pengetahuan dan agama,betapa jarang mulut ini mengatakan yang baik2 bahkan malah mengatakan hal2 buruk tentang sesama manusia, bahkan menjatuhkan martabat keluarga sendiri,betapa kuping kita masih lebih sering mendengarkan fitnah, adu domba orang lain bahkan kuping ini lebih suka mendengarkan musik2 duniawi ketimbang mendengarkan ceramah2 dan pengajian serta majelis2 ilmu.

“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.s. an-Nahl: 18).

Apakah sudah pantas diri menyebut diri kita sebagai hambaNYA yang pandai bersyukur? kalau baru sebatas syukur di hati atau di lisan saja,itu belumlah sempurna di mata Allah. beginikah cara kita membalas segala nikmat dan kebaikan yg telah Allah berikan? lalu apakah kita pantas bila kita masih mau menuntut surga atas ibadah2 yg telah kita lakukan selama ini? padahal tidak diberi surga pun rahmat Allah sudah melebihi segala amal ibadah kita kepadaNYA? belum lagi jika amal2 tersebut dikurangi dengan dosa2 kita selama didunia ini, Astagfirullah… bisa jadi kita ini sepantasnya menjadi penghuni neraka….

Di zaman Bani Israil, ada cerita tentang seseorang yang sejak kecil hingga akhir hidupnya, selalu dipenuhi dengan ibadah, waktunya tidak ada yang terbuang percuma, ia berkhalwat menjauhkan diri dari keramaian dunia semata mata untuk beribadah, maka bisa dibayangkan betapa banyak pahala yang dia peroleh. Ketika dia wafat, Allahpun memasukkannya ke Surga dengan rahmat-Nya. Setelah si Fulan ini tahu bahwa ia masuk surga bukan karena amalnya tetapi karena rahmat Allah semata, diapun “protes” kepada Allah. “Ya Allah, mengapa saya masuk surga karena rahmat-Mu, kenapa bukan karena amal saya. Bukankah saya telah menghabiskan umur hanya untuk beribadah dan seharusnya saya masuk surga karena pahala2 yang saya peroleh dari amal-amal saya ? Allah berfirman, “Rupanya kamu tidak puas dengan apa yang telah Aku berikan kepadamu ? Baiklah, sekarang Aku akan hitung amal-amal ibadah yang telah kamu lakukan. Memang pahala yang kamu peroleh sangat besar bahkan lebih besar dari gunung, tetapi ada beberapa kewajiban yang belum kamu laksanakan diantaranya mensyukuri segala nikmat-nikmat-Ku. Pertama mulai kuhitung dari mata. Bukankah dengan rahmat-Ku berupa mata kamu bisa melihat dan membaca sehingga kamu memperoleh ilmu yang bisa kamu gunakan untuk ibadah. Dengan mata pula kamu bisa melihat-lihat kebesaran-Ku sehingga kamu memuji-Ku yang menyebabkan kamu mendapat limpahan pahala dari-Ku. Sekarang seberapa syukurmu atas nikmat-Ku yang berupa mata tadi. Bukankah pahala ibadahmu yang melebihi gunung tadi belum sebanding dengan nikmat yang Kuberikan ?,meski itu baru ditimbang hanya dengan nikmat mata saja ?, belum yang lain. Jika tumpuanmu ke surga-Ku adalah hanya amalmu, bukankah neraka lebih pantas menjadi tempatmu ? Orang itu kemudian memohon ampun kepada Allah seraya mengakui bahwa dia masuk surga hakekatnya adalah karena rahmat Allah Swt. semata

Dikagumi oleh manusia itu bisa jadi baik,namun bisa jadi juga membuat kita jadi sombong dan angkuh, membusungkan dada karena ke akuan,dan ini tentu tidak baik, apa untungnya dikagumi manusia dilingkungannya sendiri?? Apakah ada yg mengenal kita diluar lingkungan kita…. SADARLAH….Berlombalah baik di hadapan Allah…..

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Seorang lelaki datang menemui Rasulullah saw. lalu berkata: Aku sangat menderita. Rasulullah saw. bertanya kepada salah seorang istri beliau, tetapi mendapat jawaban: Demi Zat yang mengutusmu membawa kebenaran, aku hanya mempunyai air. Rasulullah saw. bertanya kepada istri beliau yang lain tetapi mendapat jawaban yang sama. Dan semua istri beliau memberikan jawaban yang sama: Tidak, demi Zat yang mengutusmu membawa kebenaran! Aku tidak mempunyai apapun selain air. Maka Rasulullah saw. mengumumkan: Siapakah yang mau menjamu orang ini, semoga Allah merahmatinya. Seorang sahabat dari Ansar berdiri dan berkata: Aku wahai Rasulullah! Lalu diajaknya orang itu ke rumah. Sahabat Ansar itu bertanya kepada istrinya: Apakah kamu mempunyai sesuatu? istrinya menjawab: Tidak, kecuali makanan anak-anakku. Sahabat itu berkata: Alihkanlah perhatian mereka dengan sesuatu. Nanti kalau tamu kita masuk, padamkanlah lampu dan perlihatkanlah seolah-olah kita sedang makan. Apabila ia hendak makan, maka hampirilah lampu dan matikanlah. Mereka pun duduk, sementara tamu mereka makan. Pada keesokan harinya, ketika bertemu Nabi saw., beliau bersabda: Allah benar-benar kagum terhadap perbuatan kalian berdua kepada tamu kalian tadi malam…..
Subhanallah,sampai2 Allah saja bisa kagum,padahal Allah kan maha tahu ya apa yg akan diperbuat hambaNYA?  ah saya iri kepada manusia yg dikagumi Allah,semoga saya bisa meneladani mereka

Yang penting memang bukan dikagumi oleh  manusia ,tapi dikagumi oleh Allah. karena kita hidup  yg menilai bukan manusia tetapi Allah yg maha menilai dan maha menghakimi.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., dia berkata: Rasulullah Saw pernah bersabda, “Jika kamu tertimpa suatu kemalangan, maka janganlah kamu mengatakan ‘Seandainya tadi aku berbuat begini dan begini pasti akan begini dan begini’,tetapi katakanlah, ‘Itu sudah takdir Allah dan apa yang dikehendaki- Nya pasti dilaksanakan- Nya.’ karena sesungguhnya ’seandainya’ akan membukakan jalan bagi perbuatan setan”.

Lakukanlah suatu amalan hati ,yang ringan dan mudah dilaksanakan ,namun berat timbangannya di sisi Allah,yaitu berzikir Subhanallah dalam hati. hal ini insya Allah akan jadi pegangan saya seumur hidup sampai maut memanggil saya kelak.

Rasulullah bersabda: Dua kalimat yang ringan diucapkan dan amat berat di dalam timbangan serta dicintai oleh ar-Rahman adalah Subhanallah wa Bihamdihi (Maha Suci Allah dan dengan memujiNya) dan Subhanallahil Azim (Maha Suci Allah yang Maha Agung)

Sebagaimana ahlinya bicara ilmu hati yaitu Imam Ghazali ,maka hampir saja saya terjebak kepada kesalehan pribadi seperti di era beliau ,dimana saya hanya mau saleh sendirian dengan berencana tinggal di sanggar. inilah juga salah satu sebabnya kitab Imam Ghazali (Ihya Ullumuddin) sempat dilarang  pada jamannya dulu. karena banyak orang yang jadi pada menyepi dari dunia dan sibuk mengurus diri sendiri,tanpa memperdulikan dunia. (yang benar itu adalah ternyata hanya hatinya yang hijrah,yaitu hati mencintai akhirat ,tapi fisik tetap bekerja di dunia dengan sebaik2nya,dengan menggunakan dunia sebagai alat untuk menggapai akhirat.)

Nah hikmah kedua adalah,setelah saya belajar ilmu hati ini,saya merasakan ada peningkatan yang lebih dalam ibadah2 saya ,mulai dari sholat yg penuh penghayatan, ataupun puasa yang lebih bermakna. ternyata semua itu tempatnya di hati. jadi kalau misalnya berzinah itu bukan hanya berhubungan seks,tapi dalam hal ini mata bisa berzinah ,pikiran bisa berzinah,karena semua itu tempatnya ada di hati.

Rupanya menjaga dari hal2 yg dapat merusak hati….. hati kalau saya baca2 sifatnya mirip2 seperti alam bawah sadar bukan ??? Alam bawah sadar tidak dapat memproses mana yg benar mana yg salah,alam bawah sadar hanya tau yg sering dirasakan indra2 kita,dan alam bawah sadar tidak dapat membaca kata negatif…. Kedua hikmah ini saja sudah cukup buat kita untuk benar2 yakin keputusan kita itu tidak salah selama ini…. karena itu tambahkanlah keyakinan yg ada pada diri kita ,bahwa Allah selalu menunjukkan jalanNYA kepada kita dalam keadaan apapun. Kita memang bebas memilih,tapi ingat kita takkan lepas dari takdir Allah yang menyertai dalam setiap pilihan yang kita buat.

Dan ingatlah yg satu ini bahwa takdir dari Allah,itu pasti yg terbaik buat kita semua…. Penyesalan terbesar dalam hidup bukanlah kalah ,tapi tidak pernah tau apakah kita bisa menang atau tidak karena tidak berani mengambil kesempatan baik yang ada di hadapan kita…. Dan selalu mensyukuri apa yg menjadi ketentua Allah ….

Mencintai Allah berarti memikirkanNYA lebih banyak dari segala hal lain yg dapat melalaikan kita. Jangan bilang kita cinta Allah kalau kita lebih banyak memikirkan hal lain selain Allah dalam kehidupan sehari2….. Allah memberikan kita sehari 24 jam, berapa waktu kita untuk mengingatNYA dan beribadah kepadaNYA dari waktu yg telah diberikanNYA kepada kita? Bukankah disetiap nafas kita ada hak Allah? oleh karena itu mengingat Allah sama pentingnya dengan bernafas….

Kadang kita diberi cobaan yang rasanya sungguh berat…namun dengan pasrah dan menyerahkan diri pada Allah swt agar diberi kekuatan dan dapat melampaui cobaan itu..maka hasilnya sungguh tak bisa dibayangkan…. Jika menengok ke belakang, banyak sekali hal-hal yang sebelumnya tak pernah terpikirkan untuk dapat kita lalui….. Sungguh rencana Allah swt adalah rencana yang sempurna….

Layaknya orang hidup ,semua pasti punya masalah,kalau gak punya masalah lagi berarti udah mati. karena kita selalu diuji sepanjang hidup kita,nggak ada orang yang luput nggak diuji. orang kaya diuji dengan hartanya,orang miskin juga diuji dengan kemiskinannya. memang demikian karena hidup ini memang adalah ujian dari Tuhan.

Nah saat kita merasa masalah kita paling berat ,coba deh kita lihat kehidupan orang yg lebih susah dari kita,yg jauh lebih susah banyak…,yg jauh lebih miskin juga  banyak,dan tentu saja selalu ada yg lebih dari kita diatas dan dibawah kita. kalau mau mencari orang yg lebih susah dari kita gampang, Yakini dan syukuri saja hidup kita jauh lebih enak dari mereka2 yg ada disana saat ini….

Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu ( QS 64 : 11)

Semoga Bermanfaat untuk kita semua…. Ada kurang lebihnya mohon maaf.


Posted on Juni 14, 2013, in Tulisan Bunda Lia. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: