JERITAN HATIKU.

Tangis Lara Segumpal Daging

Kanjeng Gusti Ratu Kidul 1

Apa yang kamu tahu tentang luka yg ada di segumpal daging didalam dadaku?                                                                                  Saat sebuah rasa bahagia hanya muncul sebagai cadar agar semua terlihat biasa aja. Dan tetap rapat tersimpan didalam cadar senyum tawa dibalik derita yg menyakitkan… Kamu tidak akan pernah tahu itu…. Dan taukah kamu saat kuucapkan lirih namamu di dalam doaku yang penuh dengan airmata yang gagal kupertahankan, aku tetap memilih namamu yang harus selalu ada didalam doa2ku…. Walau sesungguhnya lukaku belum dapat kukeringkan dengan berbagaimanapun caraku.                                                                                                                                                                                                                                 Apa yang kamu tahu tentang lukaku itu??? Aku yang menggenggam semua rasaku dengan asa yg kumiliki…. Aku damaikan mereka sehingga muncul rasa harap yang melebihi logika. Aku butakan mataku agar aku tak melihat, walau aku tau itu sangat menyakitkan….. Kamu tidak tahu saat kudengar celoteh suaramu… kutulikan telingaku rapat2 walau aku mendengar….. Saat aku mampu tersenyum lama hanya karena melihat canda ceriamu disana… aku hanya mampu menutup mulutku rapat2 bagai bisu bibir ini. Aku bersama luka dan noda yg teramat pedih…. Hanya mampu menatap diam-diam dengan harapan kamu dapat mengerti…. Apa yang kamu tahu tentang sakitnya “Hati” Ingatkah kamu aaat kulantunkan lagu mendayu sambil melirikmu dengan harap kau mengerti aku, dan kamu membalasnya dengan lagu yg membuatku terbuai…. Karena setiap kali kau pandangi aku dengan sayunya matamu.                                                               Namun aku salah mengartikannya Kau peluk aku… kau beri harapan aku, tetapi ternyata bukan hatimu… Sungguh menyakitkan bukan ???

Kala senja mulai memutar waktu berganti malam, hari berganti minggu, minggu berganti bulan… kamu berada di sampingku, mendekatkan dirimu padaku, dan lagi, kamu menggenggam tanganku setiap waktu. “Aku senang saat kamu disini.” Aku selalu bisikkan ditelingamu dank au balas senyum sabil berucap aku bahagia bersamamu, Tetapi sesungguhnya hatiku terluka sangat amat pedih… Sedang dirimu hanya mampu menudingku dan selalu percaya pada sesuatu yg belum tentu benar…. Hatiku saat itu hanya mampu bertanya dalam hati mampukah aku menyembunyikan luka dan patah hati saat itu, namun aku bisa. Aku, dengan kebohonganku, mendorong masuk rasa sakitku, “Aku juga selalu suka bersamamu.” Kata-kataku tercekat, rasa ini sudah terlalu bias untuk dibilang sebagai jatuh cintaku padamu….. Lagi, kamu dengan senyummu, dengan tidak kuketaui maksudmu… dan aku tak tau tuluskah apa yg kau lakukan padaku selama kita bersama…???

Apakah kau tau ada hati yang hancur hari ini… Walau dirimu mampu tertawa dan bercanda ria disana…. Namun senyumku masih tersimpul sempurna tanpamu disini…                                                                                                                                    Tapi tidak sedikit pun tertangkap raut sendu dari mukaku… karena aku telah terbiasa dengan kesendirianku… lihatlah aku tetap riang dan senang… bahkan aku telah mampu menyelesaikan tugas2ku yg terbengkalai … Dan semua emosi nya terlihat dari sana…. Kertas kosongku tidak ada kebohongan semua isi hatiku tertumpah dalam sebuah syair lagu… untaian kata yg kususun itulah adaku saat ini.                                                                                                                                                           Aku akan mencoba mengembalikan kepingan hati yang hancur…. Kudendangkan irama dari kehancuran hati… biarlah tetap rapat tersembunyi…. Dibalik cadar senyum riangku dalam dendang irama laguku….Mohon Perlindungan

Gelap Lara Dalam Duka

Merakit  hari demi hari beranjak minggu ke bulan dengan penuh luka
Merajut waktu yg terbuang selama setahun yang kian pudar
Perpaut dalam fatamorgana kehidupan makin membuat redamnya nalarku
Tergolek lunglai tak berdaya disetiap detak nadi.
Hasrat yang usang telah terkikis tanpa bekas dan entah kemana
Bibir tersenyum hambar dalam pemenantian panjang….                                                                                                                      Menanti fajar yg enggan tampak menyapa desah nafas…
Air mata jatuh membentuk aliran sungai kecil…. Deras tak mampu kuajak kompromi lagi.                                             Kesunyian hati menemaniku dengan setia  dalam merenda hari tanpa sebuah makna…
Irama  dan nada sumbang bagaikan sahabat setia dalam mengisi kekosongan hidup.

Cinta Dibalik Derita

Cinta dibalik derita panjang beselimut awan hitam di angkasa
Terbang bersama angin mengembara ….
Tiada guna kumengukir kasih sayang diujung senja dalam penantian
Menghiasi panorama alam yg kusam.. untuk apa mesti harus bersimpuh karena cinta???
Cinta telah menggoreskan luka yg amat pedih…. Untuk apa memohon cinta dari manusia ???
Cinta telah menyayat pilu ditengah perjalanan hidup….  Sedang Sang Maha Cinta selalu member Cinta sejati…  Angin yang telah membawaku kesana bersimpuh dihadapan Sang Maha Cinta.
Dengan ikhlas akhirnya menerima sebuah takdir dari Sang Maha Cinta….
Dan akan ku coba merenda sebuah kata  demi kata yang tak berarti agar mampu dapat makna…
Terpejam mata ini untuk berjumpa dengan cinta yang semu…                                                                                                                     Dan kini mata ini dapat melihat bahwa aku telah menemukan arti Cinta Sejati…                                                                                Dihadapan Sang Maha Cinta aku merasa bahagia terlindung dan mendapat kasih suci.
Kini kutak lagi takut bergelut dengan angan yang kosong
Tiada guna lagi mencari jejak kasih yang hilang karena waktu
Kini kujumpai takdir yg tersenyum tulus padaku… Dengan ikhlas kusambut takdir Illahi Rabbi.
Dan kini kumampu berbaring pulas dengan selimut malam dalam dekapan Sang Maha Cinta.

Kepedihanku Adalah Laraku.

Seandainya saja bibir ini mampu aku dapat katakan kepedihanku
Seandainya hati ini bisa berkata jujur, mungkin semua tak seperti ini
Seandainys mulut dan bibir ini tidak terbungkam karena menyembunyikan masalah yg sesungguhnya mungkin tak bakal seperti ini yg kualami…
Seandainya senyum ini tidak terpasung dalam kemunafikan karena mempertahankan “Harga Diri” mungkin semuanya akan baik2 saja….
Seandainya ku bisa singkapkan cadar dan hijab yang menyelimuti tabir kehidupanku mungkin semua tidak terseok-seok ku berjalan dalam menggapai hidup ini….. Dan mungkin aku tak gontai dalam langkah2 kakiku….. namun semua telah berlalu…..                                                                                                                                                                                                                                     Kini dengan angan kosong kumulai merajut benang yg baru lepas dari keruwetan…                                                                        Kan kurenda dengan hari2ku walau tanpa arti akan kubuat makna dalam sebuah kehidupan.                                                       Akan kuukir jiwa dan harapanku walau saat ini tubuh ini mulai rapuh karena usia….                                                                    Walau kini senyum bibirku tak secerah dulu namun biarlah kutetap tersenyum untuk menatap masa depan yg akan datang didalam sisa usiaku.
Mohon Karunia

Dimanakah Cinta MU
Kala diriku tertatih tuk meraih cinta Sang Maha Cinta dalam sisa usiaku
Dikala diriku dengan gontai dalam gapai sujud disetiap permohonanku…
Yang kurasa ENGKAUpun ulurkan tangan dan tersenyum sambut keluh kesahku.
Kuterperangkap dalam terali cintamu disetiap sujud malamku tuk memohon cinta kasih-MU.
Kini kuberjalan ditengah fatamorgana dengan tertatih dalam langkah2ku….
Walau uluran tanganku tak seberapa bagi mereka namun aku bahagia….
Walau kakiku yg terasa kian berat kutak peduli, asal aku semakin dekat dengan Cinta-MU
Walau saat ini keputus asaan bersarang di jiwaku karena kemunafikan dunia ini….
Walaupun hatiku terasa lelah jiwakupun rapuh…  dan aku semakin muak akan kenaif dunia.
Aku muak akan kemunafikan manusia yg berkadar kebaikan namun sungguh keterlaluan…
Andai ku mampu membuka cadar kebohongan diatas bumi ini akan kubuka satu-persatu…                                                   Namun aku tak mampu tanpa ijin dan kuasa-MU ….

 

Posted on Juni 17, 2013, in Syair Kehidupan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: