RINTIHAN HATI.

TAK ADA LAGI HARAPANKU…

Apa mungkin aku berharap munculnya pelangi disaat begini ….
Kutatap jauh laut selatan … ombak bergelegar memecah kesunyian…
Hujan turun masih deras … Kilatan cahaya langit membuat merinding bulu kuduk..
Percuma ku coba membuka hati ini karena semua sudah beku…
Apa lagi untuk mencoba menyayanginya kembali… mana mungkin ???
Kenyataannya aku tak ada arti dihadapannya apa lagi dalam hidupnya….
Kenapa aku tak pernah kau agap ada dalam hidupmu kenapa ???

Kasihan kau hatiku… sungguh aku telah mencambik-cambikmu…
Walau hatiku sangat terluka dan pedih kurasakan…
Namun kutetap menyembunyikan dengan cadar senyuman.
Aku Yakin kau tak akan pernah mengerti luka hati ini…..
Kuatlah duhai hati… lukamu kan kubasuh dengan air hujan milik Illahi Rabbi…
Jangan lagi kau patahkan semangatmu seperti ini wahai hati….
Kuyakin Allah SWT selalu ada didekatmu hatiku….

Ya Allah Ya Rabb…..  Genggamlah tangan ini yg lunglai tiada daya lagi….
Kuterima kasih-Mu ini Ya Rabb walau tangan dan kakiku kini tak berdaya…
Berikanlah hamba-Mu ini kekuatan Tuk melawan kepura-puraan dunia ….
Kelelahan dan keletihanku ini mungkin alasan-Mu agar kubaringkan kerapuhan tubuhku….
Ya Allah ada apa dengan mereka apa memang mereka tak mengerti niat baikku
Kenapa perlakuan mereka Ya Rabb… Kenapa mereka tidak berlaku baik kepadaku???
Ya Allah Ya Rabb…. Aku tahu,inilah ujianmu untuku …

Dan kuyakin ini semua untuk kebaikanku…. Kuatkan Imanku Ya Rabb….
Agar aku selalu ikhlas menerima takdir-Mu…
Hamba hanya mampu memohon dihadapan-Mu….
Lepaskan belenggu yg menghimpit dadaku dari beratnya beban jiwaku…
Ku tau hanya KEPADAMU hamba berserah diri….
Bukakan jalan-Mu agar hamba mampu melewati semua takdir-Mu…
Biarkanlah hamba mampu dan kuat bertahan atas takdir dan kehendak-Mu… Amin YRA.

 

Melo di bawah cahaya Purnama.

 

HARUS BERANI KATAKAN “TIDAK”
Apa arti sebuah nama…???
Aku tak butuh ketenaran karena sebuah nama besar…
Namun yg aku haci hanyalah kedamaian hati dan pikiran…
Masalah semakin berlarut tanpa ada kepastian…
Janji tanpa bukti … untuk apa…???
Kuharus tegas katakana TIDAK….

Mungkin tawamu adalah kekecewaanku
Kesedihanku adalah senyumanmu
Kebahagiaanmu adalah tangisan piluku….
Kau telah meluluh lantakhan hatiku… harapanku… dan langkahku…
Dengan susah payah ku membangun kejujuran rasa percayaku….
Namun yg udapat hanyalah rasa kecewa dan tangisan dalam hati…

Aku kini sudah rapuh… tak setegar yang kini telah bersamamu…
Aku tak sekuat apa yg kau harapkan… Disetiap senyumku hanya kosong …
Senyumku hanyalah untuk menutupi rasa sakit dan kecewaku padamu….
Aku sadar bahwa Aku bukanlah seorang dewi atau bidadari yg kuat dan cantik dihadapanmu.
Memang aku seorang yg bodoh dan banyak kekurangan….
Bukan seperti harapanmu…

Dulu kau datang memberi sebuah harapan dan janji….
Kini yg kudapatkan hanyalah angan-angan bagai impian kosong disiang hari….
Hatiku sungguh sakit … maafkanlah aku tak dapat menerimamu dan memaafkanmu….
Seandainya aku mampu membuang cahaya dalam dunia ini…
Akan kuganti dengan kegelapan dan kesunyian…
Agar kumampu menulis sejarah hidupku dan melukisannya, bagaimana rasaku saat ini.

Kuakui rasa kecewa… sakit dan pedih hati ini….
Lemah tubuhku terasa lumpuh Raga ini….
Dengan sisa kekuatan yg ada atas ijin dan kuasa ALLAH SWT …
Kuakan terus berusaha untuk lupakan semua…
Agar hati dan raga ini tidak semakin rapuh….
Karena kejamnya dikau perlakukan aku…. Selamat Tinggal.

Mohon Kejernihan Hati

CERMIN DIRI.

Kutatap wajah ini dalam cermin…
Aku sadar dan aku akui bahwa aku tidak secantik dewi fortunamu disana…
Bagiku kecantikan hanya sedalam kulit luar untuk apa…???
Ku lihat diriku sendiri didepan cermin….
Kutersenyum dan merasa bahagia karena ada nilai lain dipandangan orang …
Namun aku merasa bahwa aku masih banyak memiliki kekurangan…
Aku bukan seorang yg sempurna…

Bagiku kesempurnaan adalah milik Allah SWT….
Namun aku tetap selalu bersyuku dan menyukhuri
Allah menciptakanku seperti ini…
Allaahumma kamaa hassanta kholqii fa hassin khuluqii…

 cermin

Pengertian dari “Cermin “ bagi hidup kita.
Memohon agar Allah memperbagus akhlak kita sebagaimana Allah telah memperindah wajah kita. Sekiranya kita memiliki anggota tubuh yang cacat, kita memohon semoga Allah tidak menjadikan cacat itu sebagai celaan bagi orang lain hingga mereka menjauh dari diri kita.

Cermin yg kumaksudkan hanyalah bukan hanya untuk merias diri tetapi tujuan kita ialah agar kita bisa membenahi kekurangan yang ada, dalam merias pun kita tidak boleh menyalahi akhlak Islam. Apa bila kita sadari dan kita renungi bahwa doa ini kita memperoleh pelajaran bahwa kita selayaknya menata diri atau memperhatikan keadaan fisik kita supaya kita dapat menjauhkan diri dari penampilan yang tidak layak menurut akhlak Islam.

 

Iklan

Posted on Juni 19, 2013, in Syair Kehidupan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: